Beberapa wanita memiliki masalah kesehatan yang timbul selama kehamilan, dan yang lainnya malahan terdapat masalah pada kesehatan sebelum hamil yang bisa menyebabkan komplikasi.
Kehamilan bisa menempatkan wanita untuk mengalami sakit. Ini terkait dengan kondisi kekebalan tubuh yang semakin melemah. pada saat kondisi biasa, ibu bisa menerima pengobatan lebih bebas sedangkan kehamilan membuat perawatan serba terbatas. Ini biasanya karena kekhawatiran tentang paparan janin.
Ini kemungkinan dan risiko kesehatan yang umum dialami oleh ibu hamil:
1. Preeklampsia
Ciri khas komplikasi kehamilan ini adalah tekanan darah tinggi dan kerusakan organ-organ tertentu yang seringkali ginjal. Preeklamsia biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang memiliki tekanan darah normal sampai saat itu.
Jika dibiarkan tidak diobati, itu dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi, termasuk kurangnya aliran darah yang tepat ke plasenta dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Gejala preeklampsia yang umum adalah pembengkakan pada tangan dan kaki, yang sayangnya dapat juga terjadi selama kehamilan yang sehat. Lainnya termasuk sesak napas, sakit kepala, dan volume air urine yang keluar kurang dari biasanya.
2. Anemia
Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah berada di bawah normal. Mengobati penyebab anemia akan membantu memulihkan jumlah sel darah merah yang sehat. Ibu hamil dengan anemia biasanya akan merasa lelah dan lemah. Ini dapat dibantu dengan mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat. Dokter akan merekomendasikan suplemen dan pola makan untuk memulihkan kondisi tubuh.
3. Kondisi Kesehatan Mental
Beberapa ibu hamil mengalami depresi selama atau setelah kehamilan. Gejala depresi, meliputi:
Ketika banyak dari gejala-gejala ini terjadi bersamaan dan berlangsung selama lebih dari satu atau dua minggu pada satu waktu, ini mungkin depresi. Depresi yang berlanjut selama kehamilan dapat mempersulit ibu hamil untuk merawat dirinya dan bayinya yang belum lahir. Memiliki depresi sebelum kehamilan juga merupakan faktor risiko depresi pascapersalinan.
4. Hipertensi
Tekanan darah tinggi kronis yang tidak terkontrol dengan baik sebelum dan selama kehamilan membuat ibu hamil dan bayinya berisiko mengalami masalah. Hal ini terkait dengan peningkatan risiko komplikasi ibu seperti preeklampsia eksternal, solusio plasenta (ketika plasenta terpisah dari dinding rahim), dan diabetes gestasional.
5. Diabetes
Ibu hamil rentan mengidap diabetes gestasional yang biasanya hilang setelah melahirkan. Mengembangkan diabetes gestasional akan menempatkan ibu hamil terkena diabetes tipe 2. Ibu hamil dengan diabetes gestasional perlu melakukan diet ketat untuk mengelola penyakit selama kehamilan dan pasca kehamilan untuk mengetahui tanda-tanda diabetes tipe 2.