Beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan seorang perempuan hamil kehilangan nafsu makan. Biasanya karena masalah perubahan hormon sehingga sering muncul morning sickness, mual dan muntah yang tidak terkendali pada awal masa kehamilan.
Dan Pada akhirnya nafsu makan pun semakin kacau balau, sedangkan saat hamil ibu sangat perlu mendapatkan asupan gizi yang cukup dari makanan agar bisa membantu pertumbuhan janin yang sehat.
Lalu bagaimana cara menghadapai masalah ini? Ikuti tips berikut ini.
1. Perbanyak minum air
Banyak minum air putih akan mengurangi mual dan muntah serta mencegah tubuh dehidrasi. Pastikan ibu hamil tidak dehidrasi karena bukan hanya bisa membahayakan dirinya sendiri tapi juga bayi di dalam kandungan. Turuti mau ibu, jika suka minum air yang agak dingin karena bisa mengurangi mual dan gerah, tidak masalah sesekali minum air dingin. Jika memungkinkan, bisa minum jus atau smoothies buah.
2. Makanan yang paling diinginkan
Karena nafsu makan menurun dan bahkan banyak yang mengaku sering muntah jika melihat atau mencium aroma makanan tertentu, ada baiknya jika mengutamakan makanan yang paling diinginkan bumil pada saat itu. Maunya makan apa, itu dulu yang harus dimakan. Paling tidak ada makanan yang masuk ke dalam perut dan bisa diproses oleh tubuh. Jangan biarkan perut ibu hamil kosong.
3. Coba makan dalam porsi kecil
Jika makan porsi biasa membuat bumil mual, makanlah dalam porsi kecil setiap hari, secukupnya hingga batas perut tidak mual. Jika sudah mulai mual, segera hentikan agar makanan tidak kembali keluar.
4. Prioritaskan makanan bergizi
Jika sudah mulai bisa makan, jangan makan sembarangan. Utamakan makanan kaya protein dan lemak sehat seperti telur rebus, dada ayam matang, olahan ikan dan susu. Ikuti dengan makanan berserat seperti buah dan sayur.
Itu dia sekian cara yang bisa dilakukan jika tubuh kehilangan nafsu makan saat hamil. Jika mengalami mual dan muntah parah hingga tubuh lemas, segera periksakan ke dokter ya Mom.
5. Konsumsi vitamin atau suplemen makanan
Karena makanan sulit masuk ke dalam perut, ada baiknya berjaga-jaga dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi.